MAKALAH PEMANASAN GLOBAL
MAKALAH
PEMANASAN GLOBAL
Disusun
untuk memenuhi tugas
Mata Pelajaran : Fisika
Guru
pembimbing :
OLEH
: ADAM BAYU KUNCORO /
TAHUN
PELAJARAN 2019/2020
HALAMAN
PENGESAHAN
1. Judul makalah
: pemanasan global
2. Nama Lengkap
: Adam Bayu Kuncoro
3. Jenis kelamin
: Laki Laki
4. Alamat email
:
5. Nama guru pembimbing :
6. NIP guru pembimbig
:
Madiun, 2020 Penulis Menyetujui, Guru pembimbing Kepala
KATA
PENGANTAR
Puji dan syukur patut
kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena telah melimpahkan
hidayah-Nya, sehingga karya tulis mengenai “Pengaruh Pemanasan Global Terhadap
Lingkungan” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Kami juga mengucapkan
terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu dalam pembuatan karya tulis
ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada karya
tulis ini.
Kami menyadari banyak
hambatan dan kesulitan dalam menyelesaikan karya tulis ini. Dimulai dari tahap
persiapan, pencarian materi, dan penyusunan, sampai pada tahap penyelesaian.
Selain itu, kami pun
menyadari bahwa tak ada gading yang tak retak, begitu pula dengan karya tulis
ini tentu jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kami menerima semua kritik dan
saran yang sifatnya membangun untuk perbaikan karya tulis ini.
, 2020
ADAM
BAYU KUNCORO
DAFTAR
ISI
Halaman
Judul
.......................................................................................................................1 Halaman Pengesahan
.............................................................................................................2 Kata
Pengantar........................................................................................................................3 Daftar Isi
.................................................................................................................................4 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang....................................................................................................................
B. Rumusan
Masalah.............................................................................................................
C. Tujuan
Penulisan..............................................................................................................
D. Manfaat
Penulisan............................................................................................................
BAB
II PEMBAHASAN
A. Sekilas Pemanasan Global Dan Lubang Ozon………………………………………..
B. Terjadinya Pemanasan Global Dan Lubang
Ozon…………………………………..
C. Negara / Wilayah Yang Terken Dampak Adanya
Pemansan Global Dan Lubang Ozon ………………………………………………………………………………………….
D. Pelaku Pemanasan Global Dan Timbulnya
Lubang Ozon………………………….
E. Dampak Pemanasan Global Dan Lubang
Ozon………………………………….....
F. Langkah Antisipasi Terhadap Pemanasan
Global Dan Lubang Ozon……………
G. Persamaan Dan Perbedaan Kajian Fenomena
Pemanasan Global Dan Lubang Ozon
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan...........................................................................................................................
B.
Saran....................................................................................................................................
Daftar
Pustaka…………………………………………………………………………………
Lampiran……………………………………………………………………………………..
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Aktivitas kehidupan
manusia melibatkan banyak kegiatan, dari kegiatan kecil, merokok, merebus air
untuk kopi, pergi bekerja naik kendaraan, penggunaan AC di kantor sampai dengan
proses yang lebih besar yaitu indstri ternyata memberi dampak pada lingkungan.
Pengaruh aktivitas manusia tersebut terhadap fenomena alam yang terjadi belum
banyak yang dikenal karena masih begitu asing dan masih ada silang pendapat
dari banyak ahli. Pengetahuan ini begitu “ maya “ karena tidak terlihat secara
kasat mata dan dampaknya tidak langsung dirasakan oleh manusia pada saat ini.
Dampak pemanasan global dan timbulnya lubang ozon akan dirasakan manusia
beberapa tahun kemudian dalam jangka panjang.
Pemanasan global dan timbulnya lubang ozon
merupakan isu global yang selama ini didengung-dengungkan oleh berbagai pihak,
baik lembaga peduli lingkungan, pemerintah, instansi pendidikan, maupun para
pelaku industri. Fenomena tersebut hanya merupakan mitos selama beberapa dekade
belakangan, karena manusia pada saat itu belum merasakan pengaruh yang
signifikan terhadap dampak yang ditimbulkan. Namun setelah terjadi berbagai
peristiwa yang menguatkan mitos tersebut, seperti panasnya suhu udara,
tenggelamnya pulau atau kota, timbulnya berbagai bencana alam : banjir,
longsor, dan lain sebagainya, masyarakat dunia mulai menyikapinya secara
serius.
B.
Perumusan Masalah
Perumusan masalah dari
peulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Apa itu pemanasan global dan lubang ozon ?
2. Mengapa pemanasan global dan lubang ozon dapat
terjadi ?
3. Dimana negara / wilayah yang terkena dampak adanya
pemanasan global dan lubang ozon ?
4. Siapa yang terlibat dalam pemanasan global dan
lubang ozon ?
5. Bagaimana dampak pemanasan global dan lubang ozon ?
6. Apa saja langkah antisipatif dalam menghadapi
pemanasan global dan lubang ozon ?
7. Apa saja persamaan dan perbedaan kajian pemanasan
global dan lubang ozon ?
C.
Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Mengetahui arti pemanasan global dan lubang
ozon
2. Mengetahui penyebab terjadinya pemanasan global dan
lubang ozon
3. Mengetahui negara /wilayah yang terkena dampak adanya pemanasan global
dan lubang ozon
4. Mengetahui pelaku yang terlibat dalam pemanasan
global dan lubang ozon
5. Mengetahui dampak pemanasan global dan lubang
ozon
6. Mengetahui langkah antisipatif dalam menghadapi
pemanasan global dan lubang ozon
7. Mengetahui persamaan dan perbedaan kajian pemanasan
global dan lubang ozon
D.
Manfaat Penulisan
Penulisan ini diharapkan
dapat bermanfaat secara teoritis maupun praktis :
1. Manfaat teoritis Hasil penulisan ini diharapkan
dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan Geografi dan ilmu
pengetahuan lainnya pada umumnya yang erat kaitannya dalam kajian pemanasan
global dan lubang ozon.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi
pemerintah Hasil penulisan ini dapat dijadikan pedoman maupun masukan bagi
pemerintah khususnya dalam menangani isu pemanasan global dan timbulnya ubang
ozon
b. Bagi masyarakat Hasil penulisan ini dapat
dijadikan himbauan, masukan, dan kesadaran kepada masyarakat akan pentingnya
menjaga bumi dan lingkungannya dari berbagai dampak yang ditimbukan akibat
adanya pemanasan global dan timbulnya lubang ozon.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Sekilas Pemanasan Global dan Lubang Ozon
Secara garis besar, pemanasan global adalah
suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi (
wikipedia : 2011 ). Gejala naiknya suhu permukaan bumi karena naiknya
intensitas efek rumah kaca. Isu pemanasan global muncul karena mempunyai dampak
yang sangat besar bagi dunia dan kehidupan makhluk hidup, yaitu perubahan iklim
dunia dan kenaikan permukaan laut.
Intergovernmental Panel
on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan
suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan
oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia
melalui efek rumah kaca ( wikipedia : 2011 ). Sehingga dengan adanya
peningkatan intensitas efek rumah kaca disebabkan oleh adanya eningkatan
kadargas rumah kaca ( GRK ) seperti uap air, karbondioksida, ozon,metana, CFC,
dan lain sebagainya yang ada di udara.
Lapisan ozon adalah
lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 - 48 km (12 - 30 mil) di atas permukaan
Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini
mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari
terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak
berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang
muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil ( wikipedia : 2011
). Ozon adalah gas beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan
berbahaya bila terhisap dan dapat merusak paru-paru. Sebaliknya, lapisan ozon
di atmosfer melindungi kehidupan di bumi karena ia melindunginya dari radiasi
sinar ultraviolet yang dapat menyebabkan kanker.
Lubang ozon sebenarnya
adalah istilah kiasan. Pada awal tahun 1980- an, para peneliti yang bekerja di
Antartika mendeteksi hilangnya ozon secara periodik di atas benua tersebut.
Keadaan yang dinamakan lubang ozon (suatu area ozon tipis pada lapisan ozon)
ini, terbentuk saat musim semi di Antartika dan berlanjut selama beberapa bulan
sebelum menebal kembali. Studi-studi yang dilakukan dengan balon pada
ketinggian tinggi dan satelit-satelit cuaca menunjukkan bahwa persentase ozon
secara keseluruhan di Antartika sebenarnya terus menurun ( wikipedia : 2011 ).
Lubang tersebut merupakan
hasil dari tenaga matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang tinggi. Radiasi
itu berpecah menjadi molekul oksigen sekaligus melepaskan atom bebas di mana
setengahnya diikat dengan molekul oksigen yang lain untuk membentuk ozon.
Dengan demikian lubang
ozon tentu saja akan merisaukan karena dengan menurunnya kadar ozon, sinar
ultraviolet-B yang akan sampai ke bumi akan bertamah banyak. Dampak radiasi
sinar UV-B sangat berbahaya bagi kehidupan makhluk hidup di bumi.
B.
Terjadinya Pemanasan Global Dan Lubang Ozon
1. Pemanasan Global
Seperti yang telah kita
ketahui segala sumber energi yang terdapat di bumi berasal dari matahari.
Sebagian besar energi tersebut dalam bentuk radiasi gelombang pendek, termasuk
cahaya tampak. Ketika energi ini mengenai permukaan bumi, ia berubah dari cahaya
menjadi panas yang menghangatkan bumi. Permukaan bumi, akan menyerap sebagian
panas dan memantulkan kembali sisanya sebagai radiasi infra merah gelombang
panjang ke angkasa luar. Namun, sebagian panas tetap terperangkap di atmosfer
bumi akibat menumpuknya jumlah gas rumah kaca yang menjadi perangkap gelombang
radiasi ini. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang
yang dipancarkan bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan
bumi. Oleh karena itu suhu di permukaan bumi akan meningkat, dan terjadilah
efek rumah kaca ( ERK ). Peningkatan kadar gas rumah kaca menyebabkan
meningkatnya intensitas efek rumah kaca, sehingga menyebabkan pemanasan global.
Gambar
1. Terjadinya pemanasan global akibat efek rumah kaca Sumber :
http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/pemanasan global, diakses 27 Oktober 2011
Jika tersebut terjadi
berulang-ulang akan mengakibatkan suhu rata- rata bumi terus meningkat. Banyak
ahli berpendapat bahwa penyebab utama pemanasan global adalah aktivitas manusia
walau ada penyebab lain yang bersifat alami. Penyebab pemanasan global yang
diakibatkan leh aktivitas manusia antara lain :
a). Pembakaran bahan bakar batu bara, misalnya untuk
pembangkit listrik
b). Pembakaran minyak bumi, misalnya untuk kendaraan
bermotor
c). Pembakaran gas alam, misalnya untuk keperluan
memasak
Akibat dari proses
pembakaran itu, karbodioksida dan gas – gas lainnya terlepas ke atmosfer. Gas –
gas tersebut disebut gas rumah kaca. Sebenarnya efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan
oleh segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan
menjadi sangat dingin. "Global Warming," sehingga es akan menutupi
seluruh permukaan bumi. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut telah
berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya
2. Lubang Ozon
Lapisan ozon mulai dikenal oleh seorang
ilmuwan dari Jerman, Christian Friedrich Schonbein pada tahun 1839. Ia berwarna
biru pucat yang terbentuk dari tiga atom oksigen (O3).

Gambar
2. Proses Perusakan lapisan ozon Sumber : http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/ozon
Ozon adalah gas yang
tidak berwarna dan ditemui di lapisan stratosfer yaitu lapisan awan yang
terletak antara 15 hingga 35 kilometer dari permukaan bumi. Istilah 'ozon' atau
lebih tepat lagi 'lapisan ozon' mulai mendapat perhatian sekitar tahun 1980an
ketika para ilmuwan menemukan adanya 'lubang' di lapisan ozon di Antartika.
Lubang tersebut merupakan hasil dari tenaga matahari yang mengeluarkan radiasi
ultra yang tinggi. Radiasi itu berpecah menjadi molekul oksigen sekaligus
melepaskan atom bebas di mana setengahnya diikat dengan molekul oksigen yang
lain untuk membentuk ozon .Dengan terjadinya reaksi ini akan mengurangi
konsentrasi ozon di stratosfer. Semakin banyak senyawa yang mengandung khlor
dan brom perusakan lapisan ozon semakin parah.
Ada tiga penyebab
terbentuknya lubang ozon ada tiga. Sinar matahari, halogen dan temperatur
rendah. Di saat temperatur turun melebihi ambang batas, awan terbentuk di
stratosfer. Halogen, khususnya polutan, seperti klorin dan brom, berubah
menjadi senyawa kimia yang bereaksi dengan cepat di ozon. ( Professor Ross
Salawitch ahli kimia dan biokimia dari University of Maryland : 2011,
dikutip :
http://www.suarapasuruan.com/penurunan temperatur picu tipisnya lapisan ozon/)
Berdasar hasil penelitian
ilmuwan lainnya, lapisan ozon yang menjadi pelindung bumi dari radiasi UV-B ini
semakin menipis. Gas CFC disebut juga sebagai gas yang menyebabkan terjadinya
penipisan lapisan ozon ini. CFC digunakan oleh masyarakat modern seperti lemari
es, bahan dorong dalam penyembur, pembuatan buih dan bahan pelarut terutamanya
bagi kilang-kilang elektronik.
Sehingga kegiatan manusia
merupakan faktor utama dalam pembentukan lubang ozon. Manusia kurang
memperhatikan dampak yang ditimbulkan akibat lubang ozon. Menurut Rowlan dan
molina ( 1973) yang dikutip Sunu ( 2001 ) menyebutkan bahwa lubang zon
diakibatkan oleh aktivitas manusia di industri dan rumah tangga, nitrogen
oksida ( Nox ) dari sembran jet pesawat terbang supersonik, dan sulur oksida
dari gunung berapi. Zat – zat imia perusak lapisan ozon lainnya seperti halon,
CFC( untuk ulkas, AC, bahan penyemprot pestisida dan insektisida, penyemprot
cat, penyemprot rambut ) methy bromide. Senyawa CFC dikenal sehari – hari
sebagai freon.
C.
Negara / Wilayah Yang Terkena Dampak Adanya Pemanasan Global Dan Lubang Ozon
Seperti ada pembahasan
semula, bahwa pemanasan global dan lubang ozon disebabkan karena aktivitas
manusia. Tentu saja, negara – negara yang menggunakan produk ataupun alat untuk
mendukung aktivitas mereka yang mengganggu kerusakan lingkungan, khususnya
berdampak pada pemanasan global, merupakan negara yang terkena imbas dari
pemanasan global. Negara – negara
tersebut antara lain negara – negara maju : Inggris, AS, dan negara berkembang
seperti Indonesia ( Jakarta ), India ( Mumbai ).
Seperti yang dikutip
oleh TEMPO Interaktif: 28 Maret 2007 :
Lebih dari dua per tiga kota-kota besar di dunia akan terkena dampak pemanasan
global. Salah satunya adalah Jakarta. Inilah hasil penelitian yang dipublikasikan
di jurnal Environment and Urbanization hari ini. Jakarta adalah satu dari 180
kota di dunia yang 70 persen wilayahnya berada di kawasan pantai berelevasi
rendah yang terancam oleh naiknya permukaan laut akibat pemanasan global itu.
Kota lainnya antara lain Tokyo, New York, Mumbai di India, Shanghai, dan Dhaka.
Negara – negara tersebut
merupakan negara yang terkena dampak pemanasan global akibat naiknya permukaan
air laut. Selain itu, kota – kota besar di Indonesia maupun di negara lain juga
ikut terkena dampak adanya pemanasan global. Hal tersebut dapat ditandai dengan
suhu udara pada siang hari yang naik, cuaca ekstrim di sejumlah wilayah, dan
lain sebagainya. Sedangkan wilayah yang terkena dampak lubang ozon adalah kutub
utara maupun kutub selatan.

Gambar
3. Lubang ozon di antartika Sumber :
http://langitselatan.com/2008/05/04/ketika-es-antartika-
terancam-oleh-pulihnya-lubang-ozon/, diakses 26 Oktober 2011
D.
Pelaku Pemanasan Global Dan Timbulnya Lubang Ozon
Manusia merupakan pelaku utama
timbulnya pemanasan global dan lubang ozon. Aktivitas manusia yang tidak
memikirkan dampak – dampak yang ditimbulkan adanya pemanasan global dan lubang
ozon bisa menambah parahnya dampak yang ditimbulkan akibat fenomena – fenomena
tersebut. Tentu saja yang akan rugi adalah manusia itu sendiri karena ulah
mereka. Selain itu penggunaan barang – barang rumah tangga yang tidak ramah
lingkungan, seperti semprotan minyak wangi, semprotan rambut, AC, kulkas, dan
lain sebagainya memicu bertambah rusaknya lapisan ozon di muka bumi ini.
Pembakaran yang dilakukan oleh manusia, seperti pembakaran hutan, pembakaran
minyak bumi misalnya untuk kendaraan bermotor yang menghasilkan gas karbon
merupakanaktivitas – aktivitas yang dapat menimbulnya gejala pemanasan global
dan timbulnya lubang ozon. Oleh karena itu faktor manusialah yang andil besar
timbulnya pemanasan global dan ubang ozon, meskipun faktor alam juga ikut
berperan. Sehingga manusialah pelaku sekaligus yang menerima dampak pemanasan global dan timbulnya lubang ozon
atas konsekuensi aktivitas yang mereka lakukan sehari – hari.
E.
Dampak Pemanasan Global dan Lubang Ozon
1. Pengaruh cuaca
Apabila daerah di bagan
tara bumi ( kutub utara ) akan memanas lebih dari daerah – daerah lain di bumi,
dengan kondisi demikian maka akan berakibat antara lain ;
a. gunung – gunung es aan mencair
b. daratan akan
mengecil
c. daerah – daerah
yang sebelumya mengalami salju ringan mungkin tidak akan mengalaminya lagi
d. di daerah
subtropis again pegunungan yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta salju
akan lebih cepat mencair
e. musim tanam
akan menjadi lebih panjang di beberapa area, temperatur pada musim dingin dan
malam hari akan cenderung meningkat, serta
f. daerah tropis
akan menjadi lembab karena lebih banyak air yang menguap dari lautan
2. Pengaruh kenaikan permukan laut
Ketika atmosfer
menghangat, lapisan permukaan lautan juga akan menghangat sehingga volumenya
akan membesar dan menaikkan tinggi permukaan laut. Pengingkatan tinggi muka air
aut 30% berasal dari pencairan es dan sisanya berasal dari pemuaian air akibat
peningkatan temperatur.
Apabila separuh es
di Greenland dan antartika meleleh maka terjadi kenaikan permukaan air lait di
dunia rata – rata setinggi 6-7 meter ( Susanta, 2007 ). Perubahan tinggi permukaan air laut sangat
mempengaruhi kehidupan, antara lain :
a. Apabila
kenaikan air laut mencapai muara sungai, banjir akibat air pasang pun akan
meningkat di daratan.
b. Apabila
kenaikan air laut sedikit saja, pengaruhnya akan cepat terlihat pada di
ekosistem pantai. Rawa – rawa pantai yang telah ada akan tenggelam dan akan
terbentuk rawa – rawa baru.
c. Banyak pulau –
pulau yang hilang akibat tenggelam, serta akan terjadinya erosi dari tebing,
pantai, dan bukit pasir akan meningkat.
3. Pengaruh terhadap pertanian
Pengaruh pemanasan
global tidaklah sama di beberapa tempat, misalnya ada negara yang mendapatkan
keuntungan lebih dari tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam,
seperti di kanada. Namun, masyarakat di daerah pertanian gurun akan menggunakan
air irigasi dari gunung – gunung yang jauh dapat menderita jika kumpulan salju
akan mencair sebelum bulan masa tanam. Dengan kondisi ini, anaman tidak akan
tumbuh, misalnya di daerah Afrika.Adapun dampak pemanasan global yang
mengakibatkan perubahan iklim terhadap ketahanan pangan di daerah asia, seperti
di Indonesia antara lain sebagai berikut :
a. menurunnya
produktivitas pertanian, khususnya pada wilayah pantai akibat naiknya
temperatur bumi
b. terjadinya iklim
ekstrim yang meningkat, sehingga sektor pertanan akan kehilangan produksi
akibat bencana kekeringan dan banjir yang silih berganti
c. kerawanan
pangan akan meningkat di wilayah yang rawan bencana kering dan banjir
d. tanaman pangan
dan hutan dapat mengalami serangan hama dan
4. Pengaruh terhadap hewan dan tumbuhan
Selain manusia, hewan dan
tumbuhan menjadi makhluk hidup yang tidak bisa menghindar dari kejadian ini.
Hewan dan tumuhan tentuakan mengalai kesulitan juga untuk berpindah atau beradaptasi
karena sebagian besar lahan telah dikuasai oleh manusia. Dalam menghadapi
pemanasan global, hewan akan berpindah mencari tempat sesuai habitatnya. Adapun
tumbuhan yang tidak bisa bergerak sendiri akan menyesuaikan dengan iklim dalam
hal pertumbuhannya. Tumbuhan yang bsa menyesuaikan tentu terus berkembang,
tetapi tumbuhan yang tidak dapat menyesuaikan tentuakan punah. Kepunahan hewan
dan tumbuhan terjadi apabila hewan dan tumbuhan tersebut tidak dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
5. Pengaruh terhadap kesehatan manusia
Adapun
pengaruh pemanasan global dan timbulnya ubang ozon bagi kesehatan manusia,
antara lain :
a. Mempengaruhi kesehatan tubuh manusia terhadap
penakit – penyakit tular vektor, seperti demam berdarah dan malaria.
b. Lebih banyak
orang yang terkena penyakit atau meninggal karena stress panas.
c. Meningkatnya
insiden alergi dan penyakit pernafasan karena udara yang hangat akan
memperbanak polutan
d. Meningkatnya
penyakit – penyakit tropis laina, seperti demam kuning dan encepalitis
e. Timbulnya
kanker kulit, katarak, penurunan kekebalan tubuh, melemahnya sistem kekebalan
tubuh, dan lain sebagainya
F.
Langkah antisipasi terhadap pemanasan global dan lubang ozon
Tindakan yang lebih baik dalam menghadapi
dampak pemanasan global dan lubang ozon adalah sebagai berikut :
1. Mengubah perilaku perorangan
a. Menghemat
penggunaan air, listrik
b. Mematikan ac
bila tidak diperlukan
c. Menggunakan
alat transportasi alternatif untuk mengurangi emisi karbon
2. Melakukan langkah secara kolektif
a. Mencari energi
aternatif Sebagian besar pembangit listrik menggunakan bahan bakar fosil :
minyak bumi, batu bara, gas alam. Ketiganya mengeluarkan CO2. Jadi semakin kita
boros menggunakan listrik, semakin banyak CO2 yang dikeluarkan. Daripada terus
boros listrik dan emerintah harus membangun pembangkit listrik berbahan bakar
fosil baru untuk memenuhi kebutuhan aktivitas manusia, lebih baik melakukan
hemat listrik. Adapun solusi alternatif dalam mencari energi alternatif antara
lain membangun pembangkit listrik dengan energi bersih, seperti energi
matahari, air , angin, panas bumi, dan lain sebagainya. Hal ini dilakukan untuk
mengurangi dampak terjadinya pemanasan global dan lubang ozon akibat penggunaan
gas – gas yang mengeluarkan CO2
b. Melestarikan
hutan Melestarikan hutan dapatdilakukan dengan menanam pohon sebanyak mungkin
untuk mencegah terjadinya pemanasan global. Selain iyu jangan menebang hutang
secara liar, agar keberadaan ekosistem hutan tetap lestari.
c. Mengurangi
emisi gas karbon dari industri dan eksplorasi sumber daya alam.
G.
Persamaan dan Perbedaan Kajian fenomena pemanasan global dan lubang ozon
Jika ditinjau dari
kejadiannya, pemanasan global merupakan kejadian yang diakibatkan oleh
meningkatnya temperatur rata – rata pada lapisan atmosfer, meningkatnya
temperatur pada air laut, dan meningkatnya temperatur pada daratan. Sedangkan lubang ozon terjadi akibat adanya lubang yang merupakan hasil
dari tenaga matahari yang mengeluarkan radiasi ultra yang tinggi. Radiasi itu
berpecah menjadi molekul oksigen sekaligus melepaskan atom bebas di mana
setengahnya diikat dengan molekul oksigen yang lain untuk membentuk ozon.
Dengan terjadinya reaksi ini akan mengurangi konsentrasi ozon di stratosfer.
Semakin banyak senyawa yang mengandung khlor dan brom perusakan lapisan ozon
semakin parah.
Ruang lingkup
akibat adanya pemanasan global pada umumnya terjadi hampir di negara – negara
dunia, termasuk di wilayah kutub utara maupun kutub selatan. Sedangkan ruang
lingkup akibat adanya lubang ozon, dapat dijumpai pada daerah antartika, dimana
jika menggunakan citra satelit lubang ozon tampak biru ataupun keungu – unguan
Selain proses
terjadinya lubang ozon dan pemanasan global yang berbeda – beda, perbedaan
gejala kedua fenomena tersebut sebenarnya hampir berkaitan, namun yang
membedakan adalah penyebab fenomena tersebut. Fenomena pemanasan global
misalnya, dapat disebabkan oleh aktivitas manusia antara lain : penggunaan
bahan bakar karbon, penggundulan hutan, dan lain sebagainya. Sedangkan lubang
ozon juga dapat timbul akibat aktivitas manusia itu sendiri seperti penggunaan
AC, penggunaan semprotan dan lain sebagainya.
Beberapa persamaan
kajian fenomena pemanasan global dan lubang ozon adalah sama – sama berdampak
bagi kehidupan makhluk hidup di dunia ini. Sebagian besar makhluk hidup akan
merasakan dampak negatif adanya fenomena tersebut. Namun, manusia kadang
memalalukan begitu saja. Sehingga berbagai aktivitas yang dilakukan manusia
sering kali tidak tersadari bahwa
sebenarnya aktivitas yang dilakukannya sangat merugikan. Dampak adanya
pemanasan global dan lubang ozon mungkin sampai saat ini belum begitu besar.
Namun diperkirakan pada suatu kelak nanti manusia akan menyesal akibat ulah
mereka sendiri. Beberapa gejala – gejala pemanasan global dan lubang ozon pada
dekade ini antara lain : suhu udara pada siang hari maupun malam sangat ekstrim
di sejumlah negara misalnya di Indonesia, timbulnya berbagai bencana alam
seperti banjir, tanah longsor di sejumlah negara merupakan gejala – gejala yang
menandakan timbulnya pemanasan global, dan lain sebagainya. Selain itu dalam
citra satelit yang direkam oleh NASA menunjukkan bahwa dalam 10 tahun terakhir
lubang ozon semakin hari semakin besar. Hal ini menandakan bahwa gejala –
gejala tersebut lambat laun akan terasa.

Gambar
4. Lubang ozon berwarna biru yang
semakin tahun semakin membesar Sumber : http://ozonewatch.gsfc.nasa.gov,
diakses 27 Oktober 2011
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari pembahasan
tersebut dapat disimpulkan antara lain :
1. Pemanasan global
merupakan fenomena meningkatnya temperatur rata – rata pada lapisan atmosfer,
meningkatnya temperatur air laut dan meningkatnya temperatur pada daratan.
Sedangkan lubang ozon adalah lubang yang berasal dari hasil tenaga matahari
yang mengeluarkan radiasi ultra tinggi, kemudian radiasi tersebut pecah menjadi
oksigen sekaligus melepaskan atom bebas dimana setengahnya diikat oleh molekul
oksigen lain untuk membentuk ozon. Area ozon yang tipis pada lapisan ozon
disebut lubang zon
2. Pemanasan global
disebabkan adanya kadar gas rumah kaca yang menyebabkan meningkatnya intensitas
efek rumah kaca. Sedangkan lubang ozon disebabkan karena sinar matahari,
halogen, dan temperatur. Selain itu pengaruh / aktivitas manusia dapat
menimbulkan pemanasan global, seperti pembakaran hutan, penggunaan motor yang
menimbulkan asap. Selain itu dalam menggunakan berbagai alat rumah tangga yang
mengandung gas flor dapat menyebabkan lubang ozon.
3. Negara yang terkena
dampak adanya pemanasan lobal hampir terjadi di seluruh belahan bumi, termasuk
kutub utara maupun kutup selaan. Sedangkan wilayah yang terkena dampak adanya
lubang ozon dapat terlihat di kutub utara dan kutup selatan yang tampak
berwarna biru dengan menggunakan citra satelit.
4. Pelaku utama dalam pemanasan global dan lubang ozon
adalah ulah & tingkah laku manusia.
5. Dampak adanya
pemanasan global dan lubang ozon antara lain berpengaruh terhadap cuaca,
kenaikan permukaan air laut, pengaruh terhadap pertanian, pengaruh
terhadap hewan dan tumbuhan, dan
pengaruh terhadap kesehatan manusia
6. Langkah antisipasi
terhadap pemanasan global dan lubang zon adalah dengan cara mengubah perilaku
perorangan dan melakukan langkah secara kolektif
7. Persamaan kajian
fenomena pemanasan global dan lubang ozon adalah sama – sama akan berdampak
bagi kehidupan makhluk hidup di dunia ini. Sedangkan perbedaan kajian fenomena
tersebut terletak pada proses terjadinya lubang ozon maupun pemanasan global,
ruang lingkup pemanasan global dan lubang ozon, serta ulah manusia.
B.
Saran
Adapun saran yang dapat kami ajukan antara lain:
1. Kepada masyarakat
Hendaknya masyarakat
menjaga dan merawat lingkungan di
sekitarnya. Selain tu masyarakat hendaknya memiliki kesadaran dalam
mengantisipasi adanya dampak pemanasan global dan lubang ozon.
2. Kepada pemerintah
Hendaknya emerintah
bersama masyarakat maupun bersama instansi – instansi yang terkait mampu
memberikan kontribusi dalam mencegah dan menghadapi dampak pemanasan global.
Pemerintah juga harus memberikan solusi yang terbaik dalam masalah ini, seperti
mencari solusi agar penggunaan bahan bakar fosil bisa dicarikan alternatif
dengan bahan bakar lainnya yang ramah lingkungan misalnya dengan menggunakan
minyak kelapa, dengan menggunakan sinar matahari, dan lain sebagainya.
3. Kepada lembaga – lembaga terkait
Hendaknya lembaga –
lembaga terait seperti Walhi dan aktivis – aktivis kampus bersama komponen
masyarakat dan pemerintah hendaknya bersama – sama dalam menjaga lingkungan
sekitarnya. Gerakan menanam sejuta pohon di setiap tempat perlu digalakkan.
DAFTAR
PUSTAKA
Anonim.
Ketika Es Antartika Terancam oleh Pulihnya Lubang Ozon
http://langitselatan.com/2008/05/04/ketika-es-antartika-terancam-oleh- pulihnya-lubang-ozon/,
diakses 26 Oktober 2011
Anonim,
Lubang Ozon. http://id.wikipedia.org/lubang ozon, diakses 27 Oktober 2011
Anonim,
Ozon. http://ozonewatch.gsfc.nasa.gov, diakses 27 Oktober 2011
Anonim,
pemanasan global. http://id.wikipedia.org/pemanasan global
Anonim,
pemanasan Global http://sobatbaru.blogspot.com/2008/04/pemanasan global,
diakses 27 Oktober 2011
Sinaga,D,
Jakarta Terancam pemanasan
Global.http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1986/11/08/ILT/mbm.1
9861108.ILT36206.id.html. Diakses 26 Oktober 2011
Sunu,
P, Melindungi Lingungan Dengan Menerapkan ISO 14001. Jakarta : PT Gramedia,
2001.
Susanta,
G, Akankah Indonesia Tenggelam Akibat Pemanasan Global ?. Jakarta : Penebar
Plus, 2007
Ulfa,
E, Penurunan Temperatur Picu Tipisnya Lapisan ozon.
http://www.suarapasuruan.com/penurunan temperatur picu tipisnya lapisan ozon/.
Diakses 27 Oktober 2011
Lampiran
Lampiran 1 :
Pemanasan global Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Anomali suhu
permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada
suhu rata-rata dari 1940 sampai 1980 Pemanasan global atau Global Warming
adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan
Bumi. Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C
(1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on
Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu
rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh
meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia"[1]
melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya
30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari
negara- negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak
setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.
Model iklim yang
dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan
meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.[1]
Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan skenario-skenario
berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model
sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus
pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan
akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas
rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang
lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca
yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan
global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan
punahnya berbagai jenis hewan. Beberapa hal-hal yang masih diragukan para
ilmuwan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa
depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut
akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih
terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan
yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut
atau untuk beradaptasi terhadap konsekuensi-konsekuensi yang ada. Sebagian
besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi
Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. Sumber
:
Sumber : http://id.wikipedia.org/pemanasan
global
Lampiran 2 :
Lapisan ozon
Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
Belum Diperiksa
Lapisan ozon
adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 19 - 48 km (12 - 30 mil) di atas
permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di
lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet
Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak
berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang
muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil. Ozon adalah gas
beracun sehingga bila berada dekat permukaan tanah akan berbahaya bila terhisap
dan dapat merusak paru-paru. Sebaliknya, lapisan ozon di atmosfer melindungi
kehidupan di Bumi karena ia melindunginya dari radiasi sinar ultraviolet yang
dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, para ilmuwan sangat khawatir ketika
mereka menemukan bahwa bahan kimia kloro fluoro karbon (CFC) yang biasa
digunakan sebagai media pendingin dan gas pendorong spray aerosol, memberikan
ancaman terhadap lapisan ini. Bila dilepas ke
atmosfer, zat yang mengandung klorin ini akan dipecah oleh sinar
Matahari yang menyebabkan klorin dapat bereaksi dan menghancurkan
molekul-molekul ozon. Setiap satu molekul CFC mampu menghancurkan hingga
100.000 molekul ozon. Oleh karena itu, penggunaan CFC dalam aerosol dilarang di
Amerika Serikat dan negara-negara lain di dunia. Bahan-bahan kimia lain seperti
bromin halokarbon, dan juga nitrogen oksida dari pupuk, juga dapat menyerang
lapisan ozon. Menipisnya lapisan ozon dalam atmosfer bagian atas diperkirakan
menjadi penyebab meningkatnya penyakit kanker kulit dan katarak pada manusia,
merusak tanaman pangan tertentu, memengaruhi plankton yang akan berakibat pada
rantai makanan di laut, dan meningkatnya karbondioksida (lihat pemanasan
global) akibat berkurangnya tanaman dan plankton. Sebaliknya, terlalu banyak
ozon di bagian bawah atmosfer membantu terjadinya kabut campur asap, yang
berkaitan dengan iritasi saluran pernapasan dan penyakit pernapasan akut bagi
mereka yang menderita masalah kardiopulmoner. [1]
Lubang Ozon Pada awal tahun 1980-an, para
peneliti yang bekerja di Antartika mendeteksi hilangnya ozon secara periodik di
atas benua tersebut. Keadaan yang dinamakan lubang ozon (suatu area ozon tipis
pada lapisan ozon) ini, terbentuk saat musim semi di Antartika dan berlanjut
selama beberapa bulan sebelum menebal kembali. Studi-studi yang dilakukan
dengan balon pada ketinggian tinggi dan satelit-satelit cuaca menunjukkan bahwa
persentase ozon secara keseluruhan di Antartika sebenarnya terus menurun.
Penerbangan-penerbangan yang dilakukan untuk meneliti hal ini juga memberikan
hasil yang sama.
Sumber :
http://id.wikipedia.org/lapisan ozon
Komentar
Posting Komentar